Apa Kabar Rakyat Jelata?
20 oktober 2020
Opini UU Cipta Kerja Omnibus Law
Penulis : Niken Eka Maharani Elkhori
Assalamualaikum wr wb.
Rapat
paripurna ke 7 DPR RI telah mengesahkan Rancangan
Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta
Kerja menjadi Undang-Undang yang sah , nah UU tersebut juga telah disetujui
oleh7 fraksi diantaranya PDIP,Golkar,Gerindra,NasDem,PKB,PPP dan PAN . Tetapi
ada juga fraksi yang menolak atau tidak setuju yaitu partai Demokrat dan PKS.Tidak
ketinggalan juga Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) menolak secara tegas dan
menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap RUU Omnibus Law.
Mereka
mengadakan rapat pada 05 oktober 2020.
Sebelum
disahkan,wakil ketua DPR RI Azis Syamsudin mempersilahkan ketua Baleg DPR RI
Supratman Andi Atgas untuk membacakan laporan panitia kerja.Namun dalam
perjalanannya diwarnai percekcokan ,
perdebatan hingga menimbulkan ketegangan dalam Gedung DPR, para pihak yang
menolak tidak mau kalah bicara karena UU ini mengandung aturan yang menguntungkan
para pengusaha dan menyesengsarakan rakyat jelata
Sumber:jateng.suara.com
Lalu sekarang
saya akan membahas apa itu Omnibus Law Cipta Kerja,isi dan dampaknya bagi buruh
?
Istilah
omnibus law pertama kali diucapkan bapak
presiden Jokowi Dodo dalam pidatonya tepat saat beliau dilantik sebagai
presiden RI kedua kalinya (20 oktober 2020) , pada saat itu pak Jokowi berniat
mengajak DPR RI untuk membahas dua RUU yang akan disahkan menjadi omnibus law
yang terdiri dari UU cipta lapangan kerja dan UU pemberdayaan UMKM.
Isi omnibus
law yang membahas sektor perekonomian,secara keseluruhan ada 11 klaster yang
akan dibahas yaitu :
1. Perekonomian perizinan tanah
2.
Persyaratan investasi
3.
Ketenagakerjaan
4.
Kemudahan dan perlindungan UMKM
5.
Kemudahan berusaha
6.
Dukungan riset dan inovasi
7.
Administrasi pemerintahan
8.
Pengenaan sanksi
9.
Pengendalian lahan
10.Kemudahan proyek pemerintah
11.Kawasan ekonomi khusus (KEK)
Tepat pada selasa 06 oktober 2020 yang lalu UU cipta
kerja disahkan ,yang terdiri dari 15 bab dan 174 pasal,yang didalamnya mengatur
banyak hal secara tidak langsung menyesengsarakan rakyat,dan kaum petinggi
negara juga kaum pembisnis semakin bergelimpangan harta.
Sumber : kompas.com
Baik sekarang akan saya utarakan opini saya mengenai
permasalahan atau kontroversi terbaru di Indonesia yang sudah terdengar sampai
berbagai negara,tetapi bukan prestasi yang membanggakan melainkan hal yang
memalukan.
Memang uang
mengalahkan segalanya, entah lupa atau melupa akan sumpah yang pernah mereka
ucap dulu dibawah al qur’an al karim yang mana pada saat itu mereka mengucapkan
dan berjanji akan mendengar suara rakyat, memberi peluang kepada rakyat,memberi
aspirasi kepada rakyat dan lain-lain. Mereka tidak pernah merasakan yang namanya
hidup sengsara,makan seadanya,ingin beli apa-apa harus kerja lebih giat,cari
uang tambahan dengan kerja sampingan,sampai menjual barang yang ada dirumah
jika anaknya ingin sesuatu,begitu perjuangan orang tua kami sebagai rakyat
jelata yang ingin memenuhi keinginan kami sebagai anak yang mereka sayangi dengan
sepenuh hati,pastinya tuan DPR yang terhormat juga mempunyai orang tua dirumah
yang mana dulu juga membesarkan para tuan sekalian dengan kerja keras mereka,
ya pasti taulah perjuangan mereka bagaimana susahnya bekerja, pahit manisnya mempertahankan
hidup, menyekolahkan anaknya sampai tinggi, sampai mengajari anaknya menjadi
orang baik demi anaknya menjadi orang sukses dan berguna bagi bangsa dan negara
bukan menyesengsarakan negara dan rakyatnya, begitu bukan keinginan semua orang
tua ? atau mungkin DPR yang saya hormati
sudah punya orang tua yang sejak dulu sudah punya pekerjaan yang berpenghasilan
tinggi sehingga taunya hidup enak terus dari kecil, iyakah? atau keturunannya
orang penting di Indonesia sehingga tidak mungkin dipandang sebelah mata oleh negara,tak
mungkin tak mendapatkan pekerjaan yang tak berpotensi tinggi di negara. Tetapi
para kawan sekalian tidak semua anggota DPR setuju dengan disahkannya omnibus
law ini ada beberapa bapak DPR yang semoga sehat dan dalam perlindungan Allah
SWT selalu yang berusaha mengutarakan pendapatnya pada saat sidang itu, ya
walaupun dibantah terus bahkan di mute micnya, tapi bapak telah berjuang
menegakkan hak-hak rakyat demi kesejahteraan rakyat.
Memang Indonesia negara yang sudah merdeka tapi belum memenuhi
kriteria merdeka,apasih arti merdeka itu? Menurut saya merdeka itu hak ada pada
tangan rakyat,memang pemerintahan tertinggi ada pada tangan tuan yang sangat
terhormat DPR RI tetapi mereka tanpa rakyat tidak berarti,harusnya mereka sadar
dulu saja mereka sampai memungut suara rakyat,memberi uang rakyat agar memilih
mereka, rakyat sudah memberi kepercayaan yang penuh karena hanya itu yang bisa diberikan rakyat
kepada mereka, lalu disini saya akan bahas gaji mereka yang tak sebanding
apa-apa dengan gaji rakyatnya,” untuk ketua DPR bisa mencapai RP 79 juta-RP 80
jutaan,belum lagi fasilitas yang mereka dapat kalau ditotal bisa mencapai RP
200 juta” kata Gurnadi saat dihubungi kompas.com Jumat (4/10/2019)
Berdasarkan data yang dirilis FITRA pada 2017, mengacu
surat Mentri keuangan No S-520/MK.02/2015, seorang anggota DPR yang
merangkap sebagai ketua, mendapatkan gaji
pokok sekitar RP 5.040.000. Belum lagi tunjangan tetapnya,penerimaan lain,biaya
perjalanan (harian),uang representasi,anggaran pemeliharaan (rumah jabatan).sebagaimana
ketua , wakil dan anggotanya pun juga mendapat penghasilan seperti ketua tadi
tetapi tidak sebanyak ketua, disesuaikan dengan seberapa besar tanggung
jawabnya
Sumber : gajimu.com
Akibatnya masyarakat Indonesia terutama mahasiswa
melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPR daerah mereka masing-masing sebagai
bentuk protes karena isi dari omnibus law dirasa meresahkan rakyat, antara lain
: PHK tidak dapat pesangon, outsorcing magang dibebaskan yang berdampak para
pekerja yang tak berpendidikan tidak mendapatkan pekerjaan dan juga hilangnya
hak cuti. Dalam omnibus law ini juga terdapat isi bahwa Indonesia menarik
investor asing masuk kedalam Indonesia yang kemungkinan besar sektor ekonomi
Indonesia akan dikuasai negara asing dan akan dikemanakan pekerja Indonesia ?
tanpa kita sadari pemerintah sendiri telah membuat UU yang akan menghancurkan
Indonesia secara perlahan.
Semakin kesini semakin tahu letak kejahatannya dimana,
semakin tahu keinginan mereka yang miskin makin miskin dan yang kaya makin
kaya, semakin jelas pula mereka ingin meninggikan kaum pembisnis, sedangkan
kaum buruh, masyarakat adat, dan alam sangatlah tertampar oleh kehadiran
undang-undang tersebut, miris sekali kawan.
Sumber : tribun news,geo times
Saya pribadi
sebagai mahasiswa sangat kecewa terhadap para petinggi negara di zaman ini yang
semakin seenaknya sendiri tanpa memikirkan rakyatnya, nah dari sebelum
pengesahan UU omnibus law saja perekonomian Indonesia sudah mayoritas dikuasai
negara asing, contohnya seperti negara China. Nah apalagi setelah disahkannya
UU omnibus law ini apa tidak tambah rugi perekonomian negara kita?, apa tidak
semakin hancur negara kita yang sudah susah payah dimerdekakan oleh para
pahlawan kita?. Saya rasa jika masyarakat terutama mahasiswa unjuk rasanya
kelewat batas itu wajar, karena mereka
ingin negara kita dalam kondisi baik-baik saja, mereka juga tidak mungkin berbuat seperti itu jika
mereka tidak membuat omnibus law yang merugikan masyarakat, seperti yang saya
lihat di sosial media ataupun berita di televisi betapa mirisnya aksi demo
mereka di Gedung DPR, bahkan ada halte di Jakarta yang rusak parah akibat demo
tersebut, dan lebih mirisnya lagi yang berada di Gedung DPR tidak mendengar
apa-apa dari luar Gedung, memang suara
rakyat tak didengar walaupun berteriak, teruntuk petinggi negara yang terhormat
tolong dengarkan suara mereka, tolong hargai mereka sebagai rakyatmu, negara
tak akan jadi negara jika tidak ada rakyat, DPR namanya bukan DPR kalau tidak
ada rakyat, tolong kembalikan kepercayaan yang kami berikan kepada kalian, saya
juga tidak tega kepada mereka yang disiram gas air mata dengan polisi andalan
kalian, bahkan ada yang digepukin, diinjak-injak juga dengan alasan polisi
tidak akan berbuat seperti itu jika yang demonya tidak kelewatan, ya kami balik
juga kami tidak akan seperti itu jika kalian mendengar kami. Dan kalau saya
lihat lagi di sosial media seperti Instagram atau yang lain banyak yang membuat
konten kurang baik yang isinya merendahkan DPR,mengotori nama baik DPR bahkan
bapak presiden , karena mereka sudah terlalu geram dengan kebijakan ini, banyak
juga mereka yang komen di akun Instagram milik ketua,wakil,anggota yang lainnya
juga dengan kata-kata yang menurut saya sangat menyayat hati, semakin hancur
pula etika kita dalam bersosial media, negara lain fokus dengan pandemi
covid-19, dirasa negara kita ini memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, para
rakyatnya berusaha bertahan hidup ditengah pandemi ini dengan uang pas-pasan,
kalian sudah kaya mau kaya seperti apa lagi? Kurang?, rakyat kalian pula mau
bekerja harus menjaga jarak mematuhi peraturan pemerintah dan juga untuk
Kesehatan kami sendiri juga, sepertinya sama, kalau kalian rapat mulai sebelum
adanya covid-19 sudah menjaga jarak ya? Banyak kursi kosong kalau
dilihat-lihat, banyak yang tidur pula. Mantan presiden RI bapak SBY juga juga
pernah menegur keras beberapa orang yang mengantuk saat mendengarkan pidatonya,
pada saat itu terjadi pada saat acara forum konsolidasi pimpinan pemerintahan
daerah yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional, selasa (8/4). Pidato tersebut dihadiri para Bupati,Walikota,dan
ketua DPRD Tingkat 2 se Indonesia, Ketika tengah mengkritisi budaya pemborosan energi, tiba-tiba Presiden menegur
seorang peserta yang mengantuk. “coba bangunkan yang tidur, kalau tidur diluar
saja,” kata presiden. Untung saja beliau presiden, kalau ketua DPR/MPR pasti
akan sering menegur dan marah karena banyaknya anggota yang tidur dan banyak
pula ditemui kursi yang kosong. Dari sini dapat kita simpulkan bagaimana
kelakuan rakyatnya jika deretan pemimpinnya seperti itu, uang mereka mengalir
tapi sebenarnya hasilnya zonk, malah menyusahkan rakyat.
Sumber : djunaedi.wordpress.com
Demikian opini saya mengenai omninus law, semoga
negara kita menjadi negara yang merdeka sesungguhnya, dan semoga tetap
baik-baik saja, dan pandemi ini cepat berlalu aamiin.
Wassalamualaikum wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar