Rabu, 17 Maret 2021

kisah heroik malaikat cantik

 

assalamualaikum wr.wb

bismillahirrohmaanirrohiim 

disini saya ingin membagikan kisah perjuangan hebat seorang malaikat cantik yaitu ibu saya, 

dulu di tahun 2000 ibu resmi menikah dengan ayah, karena saudara ibu banyak mereka memutuskan untuk tinggal bersama ibunya ayah atau nenek. sedangkan ayah hanya dua bersaudara yaitu ayah dan adik perempuannya atau tante. dan tante pada saat itu belum menikah, jadi satu rumah berisi empat orang yaitu ayah, ibu, nenek, dan tante. ayahnya ayah sudah meninggal sejak ayah masih duduk di bangku sekolah dasar, dan nenek juga tidak mempunyai pekerjaan tetap. jadi mereka merasa sangat terpukul, sampai ayah tidak mau meneruskan pendidikannya dan karena nenek tidak mampu juga untuk membiayai, karena semua itu ayah bekerja membantu mengurus ternak nenek dan mencari pekerjaan lainnya untuk membantu membiayai ibu dan adiknya, entah kenapa tante sangat manja dan meminta semuanya dengan uang ayah hingga pada waktu ayah dan ibu menikah, tante sangat terpukul dan sangat membenci ibu, dia berpikir ayah hanya boleh bekerja untuk membiayai ibu dan dirinya sendiri tidak boleh ada orang lain. karena itu, ibu tinggal disana merasa sangat tidak nyaman atas perilaku adik iparnya. sampai suatu hari dirumah hanya ada ibu dan tante, tante sengaja membuat keonaran dirumah, dengan mengotori, melempar barang-barang, dan lain-lain. ibu yang tidak tahu adik iparnya kenapa bisa melakukan semua itu hanya diam saja, toh jika ibu melarangnya pasti akan tambah marah. dan ketika nenek pulang, nenek kaget melihat rumahnya yang begitu berantakan, ia bertanya siapa yang melakukan semua ini, tante pun langsung menunjuk ibu yang melakukannya, namun pada waktu yang bersamaan ayah datang dan menyelesaikan semuanya dan percaya kepada istrinya bahwa bukan dia yang melakukannya, ibu pun hanya terdiam. ayah juga sudah tahu kalau adiknya tidak suka kepada istrinya. nenek pun juga diam karena sudah lelah bekerja. padahal yang melakukan pekerjaan rumah semua ibu, saat ibu mengandung anak pertamanya sampai keguguran karena kecapean dan tekanan batib setiap hari, ayah yang sudah tidak sanggup dan amarah langsung membawa ibu dan semua barang-barangnya ke rumah orang tua ibu, akhirnya mereka berdua menetap di rumah nenek dari ibu sampai sekarang, dan tak lupa kami masih selalu menjenguk keadaan nenek setiap seminggu sekali untuk memastikan nenek baik-baik saja.dan tak lama setelah itu tante menikah dengan lelaki yang dipilihnya untuk menafkahi lahir batinnya. 

kisah lain tentang ibu pada saat aku duduk di kelas 4 sekolah dasar, pada waktu itu aku selalu mengeluh lututku sakit dan sulit digerakkan, ibu pun mengolesi minyak setiap aku mau tidur agar sakitnya reda. namun pada hari ketiga aku sudah tidak tahan dan kebetulan ayah sedang bekerja dan mobilnya dibawa ayah bekerja dan kakek nenek juga tidak sedang dirumah, karena ibu yang sudah kasihan melihatku ibu pun nekat menggendongku naik di motor dan dibawa ke rumah sakit, sampai rumah sakit antri pasiennya sangat panjang, akhirnya kami menunggu diruang tunggu berjam-jam, dan aku melihat ibu sangat mengantuk dan letih tetapi beliau tetap menjagaku dan menenangkanku karena sakit. sampai pada waktu antrianku tiba kami pun masuk, dan aku diperiksa, kata dokter aku dinyatakan terkena gejala chikungunya yang umumnya berlangsung 5-7 hari, sering menyebabkan nyeri pada kaki terutama area sendi, dan demam tinggi. ibu pun langsung menangis dan bertanya apakah ini bisa disembuhkan, alhamdulillah kata dokter insyaallah bisa disembuhkan atas izin allah. habis itu ibu langsung menghubungi ayah, akhirnya aku pulang bersama ayah dan ibu naik motor sendirian. dalam seminggu kedepan aku tidak bisa berjalan, ibu yang menggendongku kemana-mana, membantu aku minum obat, dan lain-lain.

Kisah lainnya pasti masih sangat banyak, perjuangnnya menjadi anak, ibu, dan istri yang baik dan sholihah. Tak juga ibu, ayah juga seorang superhero bagiku, beliau yang tak kenal Lelah, tak mau menampakkan kelelahannya kepada anak-anaknya, dan bisa menyekolahkan sampai di jenjang perguruan tinggi ini. Semua orang tua pasti akan ingin anaknya bahagia dan sukses. Setiap hari mereka banting tulang untuk memberikan yang terbaik untuk pendidikan anaknya tanpa memikirkan diri mereka sendiri. Tapi terkadang anak hanya bisa meminta tanpa berfikir bagaimana susahnya orang tua mencari nafkah untuk anaknya. Mereka selalu memikirkan mulai kita bayi sampai kita bertumbuh menjadi dewasa. ketika kita sakit orang tua pasti merasa sedih dan bingung, tapi beberapa dari anak sering kali tidak peduli dengan keadaan orang tuanya. Bila kita sedih, mereka juga ikut sedih tapi kalau mereka sedih atau bingung mereka tidak ingin anaknya tau,mereka tetap memasang mimik yang  senang seolah-olah tidak ada masalah. Kalau kita ketahui di dalam hati mereka tersimpan kesedihan yang sangat besar.

Orang tua merawat dan mendidik kita tanpa mengenal lelah terutama seorang ibu yang sudah mengandung, melahirkan, melindungi dan merawat kita dengan baik. Begitu besar perjuangan orang tua terhadap anaknya, orang tua rela menahan lapar demi anaknya, supaya anak-anaknya bisa makan dan orang tua terus bekerja dan berdoa untuk kebaikan anaknya. Tapi terkadang anak tidak memperdulikan keadaan, perasaan orang tua. anak yang di sekolahin oleh orang tuanya terkadang anak itu tidak serius dalam sekolahnya padahal orang tua di rumah susah payah berkerja untuk biaya sekolah anak mereka, anak hanya bisa minta, minta dan minta uang kepada orang tuanya tidak memikirkan apakah  orang tua  di rumah punya uang, kadang orang tua untuk makan saja tidak punya uang untuk membeli makanan bahkan demi anaknya mereka rela meminjam uang sama tetangga. orang tua rela makan dengan lauk tahu tempe saja.

beberapa anak jarang ataupun tidak pernah menanyakan kabar orang tuanya di rumah bahkan untuk menghubungi orang tuanya saja jarang ataupun tidak pernah. kalau mereka butuh uang baru menghubungi orang tuanya padahal setiap hari, jam, menit bahkan setiap detik orang tua di rumah selalu memikirkan anaknya. setelah sholat mereka selalu mendoakan kita, apakah setelah sholat kita terus mendoakan mereka.

Jasa orang tua tidak bisa kita bayar dengan apapun karena jasa mereka terlalu banyak mulai kita baru lahir sampai kita dewasa  dan mereka melakukan ini semua dengan ikhlas tanpa memikirkan imbalan apapun dari seorang anak. yang di inginkan orang tua hanya kita selalu berbuat baik, patuh dengannya dan segala yang di ajarkan kepada kita dilakukan. Semoga kita menjadi anak yang berbakti dan bisa membawa orang tua kita menuju surganya allah aamiin.

sekian mohon maaf dan terimakasih

wassalamualaikum wr.wb

 

1 komentar:

matkul kewarganegaraan bersama pak Edi

  Assalamualaikum wr.wb teman-teman…. Bagaimana kabar teman-teman ? semoga kalian beserta keluarga sehat selalu ya, dan selalu dalam lindu...