assalamualaikum wr.wb
bismillahirrohmaanirrohiim
disini saya ingin membagikan kisah
perjuangan hebat seorang malaikat cantik yaitu ibu saya,
dulu di tahun 2000 ibu resmi menikah
dengan ayah, karena saudara ibu banyak mereka memutuskan untuk tinggal bersama
ibunya ayah atau nenek. sedangkan ayah hanya dua bersaudara yaitu ayah dan adik
perempuannya atau tante. dan tante pada saat itu belum menikah, jadi satu rumah
berisi empat orang yaitu ayah, ibu, nenek, dan tante. ayahnya ayah sudah
meninggal sejak ayah masih duduk di bangku sekolah dasar, dan nenek juga tidak
mempunyai pekerjaan tetap. jadi mereka merasa sangat terpukul, sampai ayah
tidak mau meneruskan pendidikannya dan karena nenek tidak mampu juga untuk
membiayai, karena semua itu ayah bekerja membantu mengurus ternak nenek dan
mencari pekerjaan lainnya untuk membantu membiayai ibu dan adiknya, entah
kenapa tante sangat manja dan meminta semuanya dengan uang ayah hingga pada
waktu ayah dan ibu menikah, tante sangat terpukul dan sangat membenci ibu, dia
berpikir ayah hanya boleh bekerja untuk membiayai ibu dan dirinya sendiri tidak
boleh ada orang lain. karena itu, ibu tinggal disana merasa sangat tidak nyaman
atas perilaku adik iparnya. sampai suatu hari dirumah hanya ada ibu dan tante,
tante sengaja membuat keonaran dirumah, dengan mengotori, melempar
barang-barang, dan lain-lain. ibu yang tidak tahu adik iparnya kenapa bisa
melakukan semua itu hanya diam saja, toh jika ibu melarangnya pasti akan tambah
marah. dan ketika nenek pulang, nenek kaget melihat rumahnya yang begitu
berantakan, ia bertanya siapa yang melakukan semua ini, tante pun langsung
menunjuk ibu yang melakukannya, namun pada waktu yang bersamaan ayah datang dan
menyelesaikan semuanya dan percaya kepada istrinya bahwa bukan dia yang
melakukannya, ibu pun hanya terdiam. ayah juga sudah tahu kalau adiknya tidak
suka kepada istrinya. nenek pun juga diam karena sudah lelah bekerja. padahal
yang melakukan pekerjaan rumah semua ibu, saat ibu mengandung anak pertamanya
sampai keguguran karena kecapean dan tekanan batib setiap hari, ayah yang sudah
tidak sanggup dan amarah langsung membawa ibu dan semua barang-barangnya ke
rumah orang tua ibu, akhirnya mereka berdua menetap di rumah nenek dari ibu
sampai sekarang, dan tak lupa kami masih selalu menjenguk keadaan nenek setiap
seminggu sekali untuk memastikan nenek baik-baik saja.dan tak lama setelah itu
tante menikah dengan lelaki yang dipilihnya untuk menafkahi lahir
batinnya.
kisah lain tentang ibu pada saat aku
duduk di kelas 4 sekolah dasar, pada waktu itu aku selalu mengeluh lututku
sakit dan sulit digerakkan, ibu pun mengolesi minyak setiap aku mau tidur agar
sakitnya reda. namun pada hari ketiga aku sudah tidak tahan dan kebetulan ayah
sedang bekerja dan mobilnya dibawa ayah bekerja dan kakek nenek juga tidak
sedang dirumah, karena ibu yang sudah kasihan melihatku ibu pun nekat
menggendongku naik di motor dan dibawa ke rumah sakit, sampai rumah sakit antri
pasiennya sangat panjang, akhirnya kami menunggu diruang tunggu berjam-jam, dan
aku melihat ibu sangat mengantuk dan letih tetapi beliau tetap menjagaku dan
menenangkanku karena sakit. sampai pada waktu antrianku tiba kami pun masuk,
dan aku diperiksa, kata dokter aku dinyatakan terkena gejala chikungunya yang
umumnya berlangsung 5-7 hari, sering menyebabkan nyeri pada kaki terutama area
sendi, dan demam tinggi. ibu pun langsung menangis dan bertanya apakah ini bisa
disembuhkan, alhamdulillah kata dokter insyaallah bisa disembuhkan atas izin
allah. habis itu ibu langsung menghubungi ayah, akhirnya aku pulang bersama
ayah dan ibu naik motor sendirian. dalam seminggu kedepan aku tidak bisa
berjalan, ibu yang menggendongku kemana-mana, membantu aku minum obat, dan
lain-lain.
Kisah lainnya pasti masih sangat banyak,
perjuangnnya menjadi anak, ibu, dan istri yang baik dan sholihah. Tak juga ibu,
ayah juga seorang superhero bagiku, beliau yang tak kenal Lelah, tak mau
menampakkan kelelahannya kepada anak-anaknya, dan bisa menyekolahkan sampai di
jenjang perguruan tinggi ini. Semua orang tua pasti akan ingin anaknya bahagia
dan sukses. Setiap hari mereka banting tulang untuk memberikan yang terbaik
untuk pendidikan anaknya tanpa memikirkan diri mereka sendiri. Tapi terkadang
anak hanya bisa meminta tanpa berfikir bagaimana susahnya orang tua mencari
nafkah untuk anaknya. Mereka selalu memikirkan mulai kita bayi sampai kita
bertumbuh menjadi dewasa. ketika kita sakit orang tua pasti merasa sedih dan
bingung, tapi beberapa dari anak sering kali tidak peduli dengan keadaan orang
tuanya. Bila kita sedih, mereka juga ikut sedih tapi kalau mereka sedih atau
bingung mereka tidak ingin anaknya tau,mereka tetap memasang mimik yang
senang seolah-olah tidak ada masalah. Kalau kita ketahui di dalam hati
mereka tersimpan kesedihan yang sangat besar.
Orang tua merawat dan mendidik kita tanpa
mengenal lelah terutama seorang ibu yang sudah mengandung, melahirkan,
melindungi dan merawat kita dengan baik. Begitu besar perjuangan orang tua
terhadap anaknya, orang tua rela menahan lapar demi anaknya, supaya
anak-anaknya bisa makan dan orang tua terus bekerja dan berdoa untuk kebaikan
anaknya. Tapi terkadang anak tidak memperdulikan keadaan, perasaan orang tua.
anak yang di sekolahin oleh orang tuanya terkadang anak itu tidak serius dalam
sekolahnya padahal orang tua di rumah susah payah berkerja untuk biaya sekolah
anak mereka, anak hanya bisa minta, minta dan minta uang kepada orang tuanya
tidak memikirkan apakah orang tua di rumah punya uang, kadang orang
tua untuk makan saja tidak punya uang untuk membeli makanan bahkan demi anaknya
mereka rela meminjam uang sama tetangga. orang tua rela makan dengan lauk tahu
tempe saja.
beberapa anak jarang ataupun tidak pernah
menanyakan kabar orang tuanya di rumah bahkan untuk menghubungi orang tuanya
saja jarang ataupun tidak pernah. kalau mereka butuh uang baru menghubungi
orang tuanya padahal setiap hari, jam, menit bahkan setiap detik orang tua di
rumah selalu memikirkan anaknya. setelah sholat mereka selalu mendoakan kita,
apakah setelah sholat kita terus mendoakan mereka.
Jasa orang tua tidak bisa kita bayar dengan
apapun karena jasa mereka terlalu banyak mulai kita baru lahir sampai kita
dewasa dan mereka melakukan ini semua dengan ikhlas tanpa memikirkan
imbalan apapun dari seorang anak. yang di inginkan orang tua hanya kita selalu
berbuat baik, patuh dengannya dan segala yang di ajarkan kepada kita dilakukan.
Semoga kita menjadi anak yang berbakti dan bisa membawa orang tua kita menuju
surganya allah aamiin.
sekian mohon maaf dan terimakasih
wassalamualaikum wr.wb
Ditunggu ya novel nya
BalasHapus