Assalamualaikum
wr.wb
Bismillahirrohmaanirrohiim,
semoga teman-teman sekalian yang membaca ini dalam keadaan sehat dan selalu
dalam perlindungan Allah SWT aamiin.
Disini saya ingin menceritakan guru saya waktu berada
di pondok pesantren nurul ulum Sutojayan, Blitar. Beliau bernama ibu Isti’anah
atau biasa di panggil bu is, rumah beliau lumayan jauh dari tempat beliau
mengajar, namun sesibuk apapun dan bahkan kondisi kesehatannya menurun beliau
tetap berangkat mengajar. Menurut saya beliau bukan hanya sebagai guru tahfidz,
melainkan juga sebagai sosok inspiratif bagi saya. Bukan hanya mengajarkan ilmu
tahfidz, beliau juga mengajarkan akhlakul karimah, dan kehidupan sebenarnya di akhirat
yang kelak. Kata beliau “gaji atau upah itu pasti, namun yang saya utamakan
bukan itu melainkan seberapa ilmu yang sudah saya sebarkan dan kebaikan apa
saja yang sudah saya berikan kepada murid-murid yang sudah saya anggap sebagai
anak sendiri” . menurut saya kepribadian beliau yang gigih dan sabar sudah
menunjukkan beliau orang baik dipadu dengan cara berpakaian beliau yang
sederhana, sopan, dan rapi akan membuat murid-murid beliau tunduk.
Beliau pernah bercerita selama proses menghafal Al-qur’an, selalu banyak cobaan dari
Allah, mulai dari sakit di telinga dari menghafal sampai khatam 30 juz,
orangtua beliau meninggal, fitnah dari orang sekitar, krisis ekonomi yang
menimpa keluarga beliau, dan masih banyak lagi. Namun, beliau berkata semua itu
cobaan Allah yang diberikan kepada saya untuk menguji apakah saya sanggup melewati semua ini untuk menuju surganya Allah
SWT. Dan alhamdulillah dalam waktu yang cukup sedikit beliau sudah mampu menghafal
30 juz dengan lancar dan mampu mengamalkan isi kandungan dari Al-Qur’an itu
sendiri sampai sekarang dan sampai akhir hayat kata beliau.
ini adalah
dalil yang selalu beliau pegang :
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
.
“Sebaik-baik
kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
Menurut beliau banyak sekali pelajaran hidup yang saya
dapat untuk kehidupan yang lebih baik, kata beliau “mengajar adalah amal
jariyah yang akan saya bawa mati, jadi harus saya lakukan dengan penuh cinta,
cinta kepada Allah, cinta kepada guru saya sendiri, cinta kepada murid-murid
saya, cinta kepada apapun yang bisa saya berikan kepada mereka semua. Jadi saya
harus sering-sering mendoakan mereka”. Sebagai guru merupakan teladan bagi murid-muridnya
jadi harus bisa bersikap dan berperilaku baik agar mereka semua menirukannya.
Guru pasti pernah bersalah, karena guru juga manusia
bukan malaikat. Namun hendaknya jangan kita ghibahkan dibelakang mereka apalagi
sampai menggunjingnya karena itu perbuatan yang sangat tida sopan terhadap
guru. Alangkah baiknya jika kita mau mengingatkan secara baik-baik dan jangan
dihadapan orang banyak agar tidak mempermalukan mereka.
Menjadi guru juga tidak semudah apa yang ada di
pikiran kita. Mereka harus menyiapkan apa saja yang akan disampaikan, harus
disiapkan dengan sebaik mungkin dan jangan sampai salah, selain itu guru juga
sangat menjaga perilaku dan setiap gerak-geriknya karena guru adalah panutan
untuk murid-muridnya. Harus sabar menghadapi murid-muridnya. Belum lagi biasanya
ada komplain dari wali murid yang harus mereka hadapi, tetapi mereka
melakukannya dengan ikhlas dan sukarela. Namun dibalik itu semua banyak hal
yang didapatkan oleh guru antara lain :
1.
Mengangkat derajat orangtua
2.
Mendapat pahala dari Allah SWT
3.
Dijauhkan dari api neraka
4.
Di doakan oleh para malaikat dan penghuni langit lainnya
5.
Mendapatkan kasih saying dari Allah SWT
6.
Merupakan amal jariyah
7.
Dimudahkan masuk surganya Allah SWT
8.
Dan masih banyak lagi.
Oleh karena
itu hendaknya kita selalu mendoakan guru-guru kita yang masih hidup maupun yang
sudah tiada, sebab mendoakan mereka saja sudah mendapatkan pahala dan ilmu yang
kita dapat dari mereka juga insyaallah barokah aamiin
Wassalamualaikum
wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar