Selasa, 30 Maret 2021

toleransi sesama umat islam pun juga ada

 

Assalamualaikum wr.wb

Kembali lagi dengan blog saya semoga tulisan saya ini bisa menambah ilmu dan wawasan teman-teman, serta semoga semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT aamiin.

Kali ini saya akan membahas kaum minoritas tentang keyakinan di desa saya. Di desa saya memang masih banyak menggunakan adat kejawen, namun ada beberapa kumpulan yang masih sangat kental kejawennya, sehingga orang lain memandang mereka dengan pandangan yang heran karena di era modern ini kita harus bisa mengimbangi dengan zaman yang semakin maju dan semakin luas teknologinya.

Saya mewawancarai salah satu dari perwakilan mereka yaitu teman saya sendiri bernama siti masitoh, yang pertama kenapa mereka masih tetap sangat meyakini kebudayaan jawa dengan kental dan sama sekali tidak mau menyinggung sedikitpun tentang teknologi di era modern ini, jawaban mereka yakni tidak mau mengubah sedikitpun ajaran dari nenek moyang mereka, karena ajaran nenek moyang pasti baik dan benar jadi tidak mungkin sesat. Dan kata mereka kemajuan teknologi di era modern ini sama dengan melupakan ajaran nenek moyang, dan kalau sudah terlena dengannya pasti akan melupakan ajaran nenek moyang dan akan menyesatkannya.  Mereka hanya boleh menggunakan handphone atau gadget untuk menyambung silaturrahim dengan kerabat dan teman-temannya, tidak boleh menggunakan lebih dari itu. Mereka siap menerima apapun resikonya, seperti ketinggalan zaman tadi yang terpenting tidak lalai dari ajaran nenek moyang. Untuk pembatasan pergaulan tidak ada, karena mereka sadar hidup di masyarakat sosial yang tidak mungkin keyakinannya sama semua. Namun, tidak boleh berlebihan apalagi sampai ikut kehidupan yang serba online. Masyarakat disini menyebut mereka dengan islam kejawen.

Epistemologi Islam Kejawen

Masyarakat Jawa yang mayoritas beragama Islam hingga sekarang belum bisa meninggalkan tradisi dan budaya Jawanya, meskipun terkadang tradisi dan budaya itu bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam. Memang ada beberapa tradisi dan budaya Jawa yang dapat diadaptasi dan terus dipegangi tanpa harus berlawanan dengan ajaran Islam, tetapi banyak juga budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam. Masyarakat Jawa yang memegangi ajaran Islam dengan kuat tentunya dapat memilih dan memilah mana budaya Jawa yang masih dapat dipertahankan tanpa harus berhadapan dengan ajaran Islam. Sementara masyarakat Jawa yang tidak memiliki pemahaman agama Islam yang cukup, lebih banyak menjaga warisan leluhur mereka itu dan mempraktekkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, meskipun bertentangan dengan ajaran agama yang mereka anut. Fenomena seperti ini terus berjalan hingga sekarang. Gambaran masyarakat Jawa seperti di atas menjadi penting untuk dikaji, terutama terkait dengan praktek keagamaan kita sekarang. Sebagai umat beragama yang baik tentunya kita perlu memahami ajaran agama kita dengan memadai, sehingga ajaran agama ini dapat menjadi acuan kita dalam berperilaku dalam kehidupan kita. Karena itulah, dalam tulisan yang singkat ini akan diungkap masalah tradisi dan budaya Jawa dalam perspektif ajaran Islam. Apakah tradisi dan budaya Jawa ini sesuai dengan ajaran Islam atau sebaliknya, bertentangan dengan ajaran Islam. Untuk mengawali uraian tentang masalah ini penting kiranya terlebih dahulu dijelaskan siapa masyarakat Jawa itu. Setelah itu akan dijelaskan bagaimana munculnya Islam Kejawen dengan berbagai fenomena keagamaan yang terus mengakar hingga sekarang ini, terutama di kalangan masyarakat Jawa.

Kultur mistisisme Islam Kejawen kendati mendapat tantangan dari adanya modernitas dan globalisasi ternyata memiliki sikap tangguh yang dibuktikan eksistensinya hingga dewasa ini. Ritual-ritual -meminjam istilah Clifford Greetz- slametan yang sudah dikombinasi dengan unsur Islam sampai sekarang masih tetap eksis dalam bventuk-bentuk yang beragam seperti upacara kelahiran anak yang diisi dengan bacaan al-Barzanji, upacara mitoni dengan pembacaan surat pitu (tujuh surat dari Al-Qur’an), istighotsah, mujahadah, ratib, manaqiban dan sebagainya adalah indikasi bahwa pribumisasi Islam dalam konteks kultur lokal masih eksis. Ini bukan hanya terjadi di masyarakat Kraton dan pedesaan saja tetapi juga di masyarakat perkotaan.

Dengan demikian, baik kalangan santri, priyayi dan abangan di Jawa masih memiliki pandangan kosmologi yang sama walaupun gelombang keberagamaan puritan juga menjadi fenomena tersendiri dalam keragaman kultural Islam di Jawa dewasa ini. Di dalam Islam, terdapat ajaran universal yang mutlak dan nilai-nilai religius yang adaptif yang dapat dikompromikan dengan budaya lokal dan kondisi sosio-historis masyarakat tanpa harus kehilangan substansi keislamannya. Proses Islamisasi masyarakat yang dilakukan oleh sebagian umat Islam di Jawa tidak perlu meminggirkan pribumisasi Islam yang dilakukan sebagian muslim Jawa. Islam kejawen adalah salah satu bentuk dari proses panjang pribumisasi Islam. Keberadaan Islam Kejawen, dalam kerangka sosiologis, tidak perlu dipertentangkan karena merupakan budaya religius Jawa-Islam. Begitu juga dalam perspektif teologis, Islam Kejawen harus dihargai keberadaannya karena merupakan hasil olah rasa dan olah fikir (ijtihad) para ulama dan teolog Jawa dalam memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai religi dalam kultur lokal.

Tidak ada yang salah, toh ajaran kami juga sama, mungkin hanya berbeda kebiasaan dan keyakinan nenek moyang. Toleransi antar umat islam saja ada apalagi antar umat beragama. Kita masih tetap satu lingkungan, slametan dan adat-adat jawa lain juga masih kami gunakan.

Sekian mohon maaf dan terimakasih

Wassalamualaikum wr.wb

 

Sabtu, 20 Maret 2021

orangtua kedua yang berjasa banyak untuk kehidupan yang lebih baik.

Assalamualaikum wr.wb

Bismillahirrohmaanirrohiim, semoga teman-teman sekalian yang membaca ini dalam keadaan sehat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT aamiin.

Disini saya ingin menceritakan guru saya waktu berada di pondok pesantren nurul ulum Sutojayan, Blitar. Beliau bernama ibu Isti’anah atau biasa di panggil bu is, rumah beliau lumayan jauh dari tempat beliau mengajar, namun sesibuk apapun dan bahkan kondisi kesehatannya menurun beliau tetap berangkat mengajar. Menurut saya beliau bukan hanya sebagai guru tahfidz, melainkan juga sebagai sosok inspiratif bagi saya. Bukan hanya mengajarkan ilmu tahfidz, beliau juga mengajarkan akhlakul karimah, dan kehidupan sebenarnya di akhirat yang kelak. Kata beliau “gaji atau upah itu pasti, namun yang saya utamakan bukan itu melainkan seberapa ilmu yang sudah saya sebarkan dan kebaikan apa saja yang sudah saya berikan kepada murid-murid yang sudah saya anggap sebagai anak sendiri” . menurut saya kepribadian beliau yang gigih dan sabar sudah menunjukkan beliau orang baik dipadu dengan cara berpakaian beliau yang sederhana, sopan, dan rapi akan membuat murid-murid beliau tunduk.     

Beliau pernah bercerita selama proses  menghafal Al-qur’an, selalu banyak cobaan dari Allah, mulai dari sakit di telinga dari menghafal sampai khatam 30 juz, orangtua beliau meninggal, fitnah dari orang sekitar, krisis ekonomi yang menimpa keluarga beliau, dan masih banyak lagi. Namun, beliau berkata semua itu cobaan Allah yang diberikan kepada saya untuk menguji apakah saya sanggup  melewati semua ini untuk menuju surganya Allah SWT. Dan alhamdulillah dalam waktu yang cukup sedikit beliau sudah mampu menghafal 30 juz dengan lancar dan mampu mengamalkan isi kandungan dari Al-Qur’an itu sendiri sampai sekarang dan sampai akhir hayat kata beliau.

ini adalah dalil yang selalu beliau pegang :


خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

 

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

 

Menurut beliau banyak sekali pelajaran hidup yang saya dapat untuk kehidupan yang lebih baik, kata beliau “mengajar adalah amal jariyah yang akan saya bawa mati, jadi harus saya lakukan dengan penuh cinta, cinta kepada Allah, cinta kepada guru saya sendiri, cinta kepada murid-murid saya, cinta kepada apapun yang bisa saya berikan kepada mereka semua. Jadi saya harus sering-sering mendoakan mereka”. Sebagai guru merupakan teladan bagi murid-muridnya jadi harus bisa bersikap dan berperilaku baik agar mereka semua menirukannya.

Guru pasti pernah bersalah, karena guru juga manusia bukan malaikat. Namun hendaknya jangan kita ghibahkan dibelakang mereka apalagi sampai menggunjingnya karena itu perbuatan yang sangat tida sopan terhadap guru. Alangkah baiknya jika kita mau mengingatkan secara baik-baik dan jangan dihadapan orang banyak agar tidak mempermalukan mereka.

Menjadi guru juga tidak semudah apa yang ada di pikiran kita. Mereka harus menyiapkan apa saja yang akan disampaikan, harus disiapkan dengan sebaik mungkin dan jangan sampai salah, selain itu guru juga sangat menjaga perilaku dan setiap gerak-geriknya karena guru adalah panutan untuk murid-muridnya. Harus sabar menghadapi murid-muridnya. Belum lagi biasanya ada komplain dari wali murid yang harus mereka hadapi, tetapi mereka melakukannya dengan ikhlas dan sukarela. Namun dibalik itu semua banyak hal yang didapatkan oleh guru antara lain :

1.    Mengangkat derajat orangtua

2.    Mendapat pahala dari Allah SWT

3.    Dijauhkan dari api neraka

4.    Di doakan oleh para malaikat dan penghuni langit lainnya

5.    Mendapatkan kasih saying dari Allah SWT

6.    Merupakan amal jariyah

7.    Dimudahkan masuk surganya Allah SWT

8.    Dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu hendaknya kita selalu mendoakan guru-guru kita yang masih hidup maupun yang sudah tiada, sebab mendoakan mereka saja sudah mendapatkan pahala dan ilmu yang kita dapat dari mereka juga insyaallah barokah aamiin

 

Wassalamualaikum wr.wb

 


Rabu, 17 Maret 2021

 Berbagai budaya, makanan, dan kerajinan tulungagung.


Budaya
Di Kabupaten Tulungagung memiliki beberapa budaya. Seperti tradisi, kesenian, dan bahasa. Namun yang aku jelaskan di artikel ini lebih ke budaya kesenian tarinya, yaitu Tari Reog Kendang. Tari ini dimainkan oleh 6 orang. Jumlah kendangnya pun ada 6 dan masing-masing orang memegang kendang yang suaranya berbeda. Kendang itu di”gendhong”kan di sisi kiri pinggul dengan kain panjang seperti selendang yang diikatkan ke kendangnya. Tarian ini hampir mirip dengan Tari Jaranan dan Roeg ponorogo. Namun Reog Kendang tidak memiliki “Barongan” seperti reog yang lain.

Makanan
Banyak makanan yang ada di Kabupaten Tulungagung. Salah satunya adalah Ayam Lodho. Tidak hanya lezat, makanan ini bisa dibilang istimewa karena super lezat. Apalagi jika disantap dengan nasi uduk dan urap sayur. Ayam lodho dari tulungagung adalah yang paling populer karena rasanya yang juara. Ayam Lodho dimasak dengan rempah-rempah dan santan kelapa. Ciri khas dari ayam lodho adalah warna kuning keemasan dan rasa pedas yang menggoda selera. Ayam lodho sering dijadikan menu utama dalam acara besar keluarga maupun acara-acara penting lainnya.

Kerajinan
Marmer merupakan kerajinan terbaik di Tulungagung dan terbaik di Indonesia. Hal ini membuat Tulungagung memiliki ciri khas tersendiri yaitu kerajinan marmer. Berbagai macam hasil kerajinan dari batu marmer ini sudah merambah pasar mancanegara. Di daerah tulungagung khususnya campurdarat dan daerah sekitarnya, banyak terdapat perbukitan yang mengandung berbagai macam mineral antara lain batu marmer. Dari sinilah sumber dari batu marmer di dapat. Banyak sekali olahan dari marmer. Tidak hanya patung, namun sampai keramik lantai rumah pun bisa terbuat dari marmer.


Tulungagung tidak hanya memiliki potensi wisata alam, tapi juga kaya dengan beragam kuliner. Berbagai obyek wisatanya makin digemari dan menjadi tujuan wisata bagi turis lokal maupun regional. “Oleh karena itu, kami tidak henti-hentinya mempromosikan potensi Tulungagung. Salah satunya melalui pagelaran seni budaya ini,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Heru Santoso, saat memberi sambutan pada acara pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (12/8). Kabupaten Tulungagung, lanjut Heru Santoso, memiliki banyak kawasan wisata yang terkenal dengan potensi yang sangat besar. Memiliki alam, budaya, pantai. “Tidak hanya itu, kabupaten ini juga memiliki puluhan kesenian tradisional yang menakjubkan. Beberapa diantaranya kami tampilkan di anjungan ini,” ujarnya. Tulungagung juga memiliki perbukitan kapur, yang mengandung pasir gunung, dan batu marmer. Potensi ini banyak ditemukan di bagian selatan Kabupaten Tulungagung. Selain itu, Tulungagung memiliki garis pantai sepanjang 54 kilometer dengan karakteristik yang berbeda-beda. “Antara lain, Pantai Kedung Tumpang dengan karakteristik agak ekstrim karena terdapat kolam di atas batu karang. Sedang Pantai Gemah dan Sine itu karakteristiknya landai. Sehingga cocok untuk wisata keluarga. Semua karakteristik pantai itu sedang kami kembangkan potensi wisatanya,” ujar Heru. Duta Seni Kabupaten Tulungagung menampilkan 4 pergelaran, berupa pertunjukan tari Bedhaya Prajna Paramita, tari Jaranan, lagu daerah Lohjinawi Tulungagung Kota Wisata, serta drama tari Kuncaraning Bumi Penampihan. Tari Bedhaya Prajna Paramita menempatkan perempuan bernama Gayatri Rajapatni sebagai simbol kelembutan dan kasih sayang, yang menjadi ikon Kabupaten Tulungagung. Bukit Penampihan yang terletak di lereng gunung Wilis, diyakini masyarakat pada masanya adalah tempat tinggal Gayatri Rajapatni. Kemudian hal ini menginspirasi para seniman menciptakan sebuah tarian selamat datang. Tarian Jaranan, mengisahkan perang Diponegoro, yaitu antara pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono 1 beserta Raja Mataram, berperang menumpas penjajahan Belanda. Di Tulungagung tarian ini sangat lekat dengan kehidupan masyarakat. Sementara drama tari Kuncaraning Bumi Penampihan menggambarkan pentingnya setiap insan bersyukur atas rahmat, hidayah dan rezeki yang diterima dari Tuhan Yang Maha Esa. Bentuk rasa syukur tersebut diwujudkan dalam satu tradisi yang disebut ’Buceng Robyong’. Ritual ini sudah menjadi kekayaan budaya masyarakat di Tulungagung yang hingga kini tetap dilestarikan. Hadir di acara ini Kepala Badan Penghubung Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dwi Suyanto, dan Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengelolaan Anjungan Badan Penghubung Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Samad Widodo. Hadir juga para pengurus Pawarta Jatim, dan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung, serta wakil seniman, Hapsari Kusumaningrum yang menerima penghargaan dan tali asih dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Para seniman yang terlibat di pergelaran ini, Hapsari Kusumaningrum (Sutradara), Asti Kusumaning Ratri (Penulis Cerita), Yuliati Setyo Palupi (Penata Artistik), Irwanto (Penata Musik), Hapsari Kusumaningrum (Penata Tari), Adi Prasetyo (Penata Panggung), serta puluhan pengrawit, penyanyi dan penari. Para Juri Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur adalah Suryandoro (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Nursilah (Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta), dan Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII). Pergelaran selanjutnya, Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur, akan menampilkan duta seni dari Kabupaten Sidoarjo (19 Agustus 2018), dan Kabupaten Bojonegoro (26 Agustus 2018).

Banyak juga tradisi kejawennya antara lain : malam suroan, mitoni, (kalau orang meninggal 7 harian, 100 harian, nyewu, slametan, dll), tedak siten, tayub, wayang kulit, kentrung, campursari, sepasaran, brokohan, mendhem ari-ari, aqiqah, dan masih banyak lagi. Semua tradisi kejawen yang mereka lakukan untuk membangun tata krama atau aturan yang lebih baik.

kisah heroik malaikat cantik

 

assalamualaikum wr.wb

bismillahirrohmaanirrohiim 

disini saya ingin membagikan kisah perjuangan hebat seorang malaikat cantik yaitu ibu saya, 

dulu di tahun 2000 ibu resmi menikah dengan ayah, karena saudara ibu banyak mereka memutuskan untuk tinggal bersama ibunya ayah atau nenek. sedangkan ayah hanya dua bersaudara yaitu ayah dan adik perempuannya atau tante. dan tante pada saat itu belum menikah, jadi satu rumah berisi empat orang yaitu ayah, ibu, nenek, dan tante. ayahnya ayah sudah meninggal sejak ayah masih duduk di bangku sekolah dasar, dan nenek juga tidak mempunyai pekerjaan tetap. jadi mereka merasa sangat terpukul, sampai ayah tidak mau meneruskan pendidikannya dan karena nenek tidak mampu juga untuk membiayai, karena semua itu ayah bekerja membantu mengurus ternak nenek dan mencari pekerjaan lainnya untuk membantu membiayai ibu dan adiknya, entah kenapa tante sangat manja dan meminta semuanya dengan uang ayah hingga pada waktu ayah dan ibu menikah, tante sangat terpukul dan sangat membenci ibu, dia berpikir ayah hanya boleh bekerja untuk membiayai ibu dan dirinya sendiri tidak boleh ada orang lain. karena itu, ibu tinggal disana merasa sangat tidak nyaman atas perilaku adik iparnya. sampai suatu hari dirumah hanya ada ibu dan tante, tante sengaja membuat keonaran dirumah, dengan mengotori, melempar barang-barang, dan lain-lain. ibu yang tidak tahu adik iparnya kenapa bisa melakukan semua itu hanya diam saja, toh jika ibu melarangnya pasti akan tambah marah. dan ketika nenek pulang, nenek kaget melihat rumahnya yang begitu berantakan, ia bertanya siapa yang melakukan semua ini, tante pun langsung menunjuk ibu yang melakukannya, namun pada waktu yang bersamaan ayah datang dan menyelesaikan semuanya dan percaya kepada istrinya bahwa bukan dia yang melakukannya, ibu pun hanya terdiam. ayah juga sudah tahu kalau adiknya tidak suka kepada istrinya. nenek pun juga diam karena sudah lelah bekerja. padahal yang melakukan pekerjaan rumah semua ibu, saat ibu mengandung anak pertamanya sampai keguguran karena kecapean dan tekanan batib setiap hari, ayah yang sudah tidak sanggup dan amarah langsung membawa ibu dan semua barang-barangnya ke rumah orang tua ibu, akhirnya mereka berdua menetap di rumah nenek dari ibu sampai sekarang, dan tak lupa kami masih selalu menjenguk keadaan nenek setiap seminggu sekali untuk memastikan nenek baik-baik saja.dan tak lama setelah itu tante menikah dengan lelaki yang dipilihnya untuk menafkahi lahir batinnya. 

kisah lain tentang ibu pada saat aku duduk di kelas 4 sekolah dasar, pada waktu itu aku selalu mengeluh lututku sakit dan sulit digerakkan, ibu pun mengolesi minyak setiap aku mau tidur agar sakitnya reda. namun pada hari ketiga aku sudah tidak tahan dan kebetulan ayah sedang bekerja dan mobilnya dibawa ayah bekerja dan kakek nenek juga tidak sedang dirumah, karena ibu yang sudah kasihan melihatku ibu pun nekat menggendongku naik di motor dan dibawa ke rumah sakit, sampai rumah sakit antri pasiennya sangat panjang, akhirnya kami menunggu diruang tunggu berjam-jam, dan aku melihat ibu sangat mengantuk dan letih tetapi beliau tetap menjagaku dan menenangkanku karena sakit. sampai pada waktu antrianku tiba kami pun masuk, dan aku diperiksa, kata dokter aku dinyatakan terkena gejala chikungunya yang umumnya berlangsung 5-7 hari, sering menyebabkan nyeri pada kaki terutama area sendi, dan demam tinggi. ibu pun langsung menangis dan bertanya apakah ini bisa disembuhkan, alhamdulillah kata dokter insyaallah bisa disembuhkan atas izin allah. habis itu ibu langsung menghubungi ayah, akhirnya aku pulang bersama ayah dan ibu naik motor sendirian. dalam seminggu kedepan aku tidak bisa berjalan, ibu yang menggendongku kemana-mana, membantu aku minum obat, dan lain-lain.

Kisah lainnya pasti masih sangat banyak, perjuangnnya menjadi anak, ibu, dan istri yang baik dan sholihah. Tak juga ibu, ayah juga seorang superhero bagiku, beliau yang tak kenal Lelah, tak mau menampakkan kelelahannya kepada anak-anaknya, dan bisa menyekolahkan sampai di jenjang perguruan tinggi ini. Semua orang tua pasti akan ingin anaknya bahagia dan sukses. Setiap hari mereka banting tulang untuk memberikan yang terbaik untuk pendidikan anaknya tanpa memikirkan diri mereka sendiri. Tapi terkadang anak hanya bisa meminta tanpa berfikir bagaimana susahnya orang tua mencari nafkah untuk anaknya. Mereka selalu memikirkan mulai kita bayi sampai kita bertumbuh menjadi dewasa. ketika kita sakit orang tua pasti merasa sedih dan bingung, tapi beberapa dari anak sering kali tidak peduli dengan keadaan orang tuanya. Bila kita sedih, mereka juga ikut sedih tapi kalau mereka sedih atau bingung mereka tidak ingin anaknya tau,mereka tetap memasang mimik yang  senang seolah-olah tidak ada masalah. Kalau kita ketahui di dalam hati mereka tersimpan kesedihan yang sangat besar.

Orang tua merawat dan mendidik kita tanpa mengenal lelah terutama seorang ibu yang sudah mengandung, melahirkan, melindungi dan merawat kita dengan baik. Begitu besar perjuangan orang tua terhadap anaknya, orang tua rela menahan lapar demi anaknya, supaya anak-anaknya bisa makan dan orang tua terus bekerja dan berdoa untuk kebaikan anaknya. Tapi terkadang anak tidak memperdulikan keadaan, perasaan orang tua. anak yang di sekolahin oleh orang tuanya terkadang anak itu tidak serius dalam sekolahnya padahal orang tua di rumah susah payah berkerja untuk biaya sekolah anak mereka, anak hanya bisa minta, minta dan minta uang kepada orang tuanya tidak memikirkan apakah  orang tua  di rumah punya uang, kadang orang tua untuk makan saja tidak punya uang untuk membeli makanan bahkan demi anaknya mereka rela meminjam uang sama tetangga. orang tua rela makan dengan lauk tahu tempe saja.

beberapa anak jarang ataupun tidak pernah menanyakan kabar orang tuanya di rumah bahkan untuk menghubungi orang tuanya saja jarang ataupun tidak pernah. kalau mereka butuh uang baru menghubungi orang tuanya padahal setiap hari, jam, menit bahkan setiap detik orang tua di rumah selalu memikirkan anaknya. setelah sholat mereka selalu mendoakan kita, apakah setelah sholat kita terus mendoakan mereka.

Jasa orang tua tidak bisa kita bayar dengan apapun karena jasa mereka terlalu banyak mulai kita baru lahir sampai kita dewasa  dan mereka melakukan ini semua dengan ikhlas tanpa memikirkan imbalan apapun dari seorang anak. yang di inginkan orang tua hanya kita selalu berbuat baik, patuh dengannya dan segala yang di ajarkan kepada kita dilakukan. Semoga kita menjadi anak yang berbakti dan bisa membawa orang tua kita menuju surganya allah aamiin.

sekian mohon maaf dan terimakasih

wassalamualaikum wr.wb

 

Selasa, 02 Maret 2021

toleransi umat beragama menurut agama kristen protestan

 

Nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai toleransi, dan nilai-nilai agama Kristen protestan.

 

Disini saya sudah selesai mewawancarai teman saya yang beragama Kristen protestan, yang sebelumnya sudah izin terlebih dahulu.

sejarah Kristen protestan

Protestanisme adalah sebuah denominasi dalam agama Kristendenominasi ini muncul setelah protes Martin Luther pada tahun 1517 dengan 95 dalilnya.

Kata Protestan sendiri diaplikasikan kepada umat Kristen yang menolak ajaran maupun otoritas Gereja Katolik. Kata ini didefinisikan sebagai gerakan agamawi yang berlandaskan iman dan praktik Kekristenan yang berawal dari dorongan Reformasi Protestan dalam segi doktrin, politik dan eklesiologi, melawan apa yang dianggap sebagai penyelewengan Gereja Katolik Roma. Merupakan satu dari tiga pemisahan utama dari "Kekristenan Nicaea (Nicene), yaitu di samping Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks. Istilah "Protestan" merujuk kepada "surat protes" yang disampaikan oleh para pembesar yang mendukung protes dari Martin Luther melawan keputusan Diet Speyer pada tahun 1529, yang menguatkan keputusan (maklumat) Diet Worms yang mengecam ajaran Martin Luther sebagai ajaran sesat (heretik).

Pada kenyataannya, gerakan Reformasi Protestan yang dilakukan oleh Martin Luther bukanlah yang pertama kali terjadi di kalangan Gereja Katolik, sebab sebelumnya sudah ada gerakan-gerakan serupa seperti yang terjadi di Prancis yang dipimpin oleh Peter Waldo (dan kini para pengikutnya tergabung dalam Gereja Waldensis) pada pertengahan abad ke-12, dan di Bohemia (kini termasuk Ceko) di bawah pimpinan Jan Hus atau Yohanes Hus (1369-1415). Gereja Waldensis banyak terdapat di Italia dan negara-negara yang mempunyai banyak imigran dari Italia, seperti Uruguay. Sementara para pengikut Yohanes Hus di Bohemia kemudian bergabung dengan Gereja Calvinis.

Pada 2005, sekitar 5,9%–14.276.459 jiwa dari 241.973.879 penduduk Indonesia, beragama Protestan dan sensus tahun 2010 sekitar 6,96%- 16.528.513 jiwa. Karena pengaruh para misionaris dari Belanda dan Jerman, kebanyakan gereja Protestan di Indonesia sangat diwarnai oleh ajaran Calvin, dan sebagian lagi mempunyai corak Lutheran.

Agama yang ia anut adalah agama Kristen protestan, dimana mereka percaya kepada tuhan yesus kristus dengan iman kepercayaan mereka kepadanya. Cara beribadah mereka tidak memandang hari, jam, bahkan menit, mereka memuji memuliakan nama tuhan dan berdoa kepadanya.

Nilai-nilai keberagaman yang mereka anut ialah bagaimana mereka bisa saling mengasihi, menghormati satu dengan yang lain dan juga harus mengasihi walaupun musuh mereka sendiri.

Nilai-nilai keberagaman agama lain itu sama bagi mereka, karena sama-sama mengajarkan kebaikan, saling menghormati, dan diajarkan nilai-nilai positif dalam hidup kita. Jadi tidak patutlah kita membeda-bedakan dengan mengunggulkan agama masing-masing.

Orang Kristen harus berpegang teguh pada iman eksklusifnya sekaligus hidup bertoleransi dengan orang beragama lain. Lalu bagaimana kedua hal itu bisa berjalan bersamaan dan tidak saling meniadakan ? Di sinilah umat Kristiani harus kembali melihat bagaimana memahami toleransi yang sesungguhnya, yang Alkitabiah.

Dasar-dasar Alkitabiah yang sudah dipaparkan pada bagian I menunjukkan bahwa toleransi yang ditunjukkan pada orang lain / agama lain adalah suatu sikap penghormatan dan penerimaan yang tulus terhadap iman / keyakinan orang lain tetapi itu tidak berarti mengakui apa yang mereka katakan tentang kebenaran apabila klaim itu bertentangan dengan klaim kebenaran Kristen. Dalam Matius 5:45 tertulis “Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”

Dalam ayat ini jelas bahwa Tuhan menerbitkan matahari bagi orang jahat. Tapi apakah itu berarti Tuhan menyetujui kejahatannya? Jelas tidak! Orang jahatnya dikasihi tapi kejahatannya tidak disetujui atau bahkan kejahatannya dibenci. Ia menurunkan hujan bagi orang tidak benar. Tapi apakah itu berarti Tuhan menyetujui ketidakbenarannya? Jelas tidak! Orang yang tidak benar itu dikasihi dengan pemberian hujan kepadanya tapi ketidakbenarannya sama sekali tidak disetujui oleh Tuhan. Jadi terlihat bahwa Tuhan bertoleransi kepada orangnya tapi tidak kepada pandangan / pikiran / perbuatannya.

Dalam konteks iman Kristen mengenai toleransi

1.     Tuhan itu baik bagi semua orang (Mazmur 145:9)

2.     Barangsiapa tidak mencintai ia tidak menyembah Allah (1 Yohanes 4:8)

3.     Gereja mengecam setiap diskriminasi

4.     Gereja mengecam penganiayaan berlandaskan warba kulit, status sosial, ajaran yang berbeda.

Kasih sebagai dasar toleransi beragama

1.     Matius 22:39

2.     I Korintus 13: 4-7

Dasar toleransi umat beragama

1.     Kesamaan harkat dan martabat manusia sebagai gambar dan rupa Allah. (Kejadian 1:26)

2.     Persaudaraan yang universal (Roma 10:12 ;Galatia 3:28)

3.     Keselamatan universal terwujud dalam Yesus Kristus, diperuntukkan bagi semua orang dan semua bangsa.

Cara membangun toleransi umat beragama

1.     Membangun kesadaran bahwa antar agama memiliki titik temu pada persoalan-persoalan etika dan moral

2.     Mengembangkan sikap dasar untuk saling terbuka, mengakui dan menghargai, serta  berdialog satu sama lainnya

3.     Meningkatkan pemahaman pihak lain melalui studi  bersama dan saling tukar informasi

4.     Menghindari cara-cara yang merusak kerukunan.

5.     Melakukan program bersama

–       Doa bersama

–       Studi tentang praktik keagamaan

–       Pembinaan bersama

–       Karya amal bersama.

Umat Kristiani diajarkan untuk saling menghargai, mengasihi sesama dan berbuat baik pada mereka serta menolong mereka ketika dalam kesusahan, tapi menyetujui apa yang mereka pahami, menerima apa yang mereka katakan sebagai kebenaran, apalagi menyesuaikan ajaran agama Kristen dengan ajaran agama mereka sama sekali tidak dapat dilakukan. Kalau melakukan hal itu, itu bukanlah lagi toleransi namanya melainkan kompromi.

Alkitab menjadi sumber dasar bagi kehidupan umat Kristiani yang bertoleransi dengan orang-orang beragama lain. Dengan demikian seorang Kristen haruslah orang yang bisa hidup bertoleransi dan rukun dengan kelompok-kelompok lain yang berbeda keyakinan / agama dengannya bahkan harus berbuat baik kepada mereka.

Salah satu prasyarat terwujudnya masyarakat yang modern yang demokratis adalah terwujudnya masyarakat yang menghargai kemajemukan (pluralitas) masyarakat dan bangsa serta mewujudkannya dalam suatu keniscayaan. Untuk itulah kita harus saling menjaga kerukunan hidup antar umat beragama. Secara historis banyak terjadi konflik antar umat beragama, misalnya konflik di Poso antara umat islam dan umat kristen. Agama disini terlihat sebagai pemicu atau sumber dari konflik tersebut.Sangatlah ironis konflik yang terjadi tersebut padahal suatu agama pada dasarnya mengajarkan kepada para pemeluknya agar hidup dalam kedamaian, saling tolong menolong dan juga saling menghormati.Untuk itu marilah kita jaga tali persaudaraan antar sesama umat beragama.

Harapannya semoga dengan adanya keberagaman diantara kita semua dapat mengajarkan kita bagaimana cara hidup yang baik seperti semboyan negara kita yaitu bineka tunggal ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

 

 

 

 

matkul kewarganegaraan bersama pak Edi

  Assalamualaikum wr.wb teman-teman…. Bagaimana kabar teman-teman ? semoga kalian beserta keluarga sehat selalu ya, dan selalu dalam lindu...